Kabarminang – Pemerintah melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan reaktivasi 11 juta kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) akan rampung maksimal April 2026.
Sebelumnya, sebanyak 11 juta peserta PBI JKN sempat dinonaktifkan. Mensos bilang pemerintah membuka peluang reaktivasi bagi masyarakat yang memang membutuhkan dan layak menerima bantuan.
“Kita juga ingin masyarakat menyanggah atas data-data di dalam DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional) itu,” katanya kepada wartawan, dikutip Minggu (15/2).
Menurutnya, reaktivasi akan dilakukan dengan mekanisme verifikasi lapangan atau groundcheck untuk memastikan penerima bantuan tepat sasaran.
Mensos menyebut peserta yang akan direaktivasi secara otomatis adalah mereka yang mengidap penyakit kronis atau penyakit katastrofik, seperti jantung koroner dan gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah rutin.
“Tetap kita lakukan groundcheck, kita lakukan uji di lapangan dalam beberapa bulan ke depan. Hasilnya nanti akan jadi pedoman untuk menyalurkan PBI pada tahap berikutnya,” ujarnya.
Ia menargetkan proses reaktivasi untuk peserta yang mengidap penyakit kronis, jumlahnya sekitar 106 ribu orang, bisa selesai dalam waktu dua bulan.
“Antara dua sampai tiga bulan ke depan. Kita harapkan untuk yang 106 ribu lebih, yang memiliki penyakit kronis itu, paling enggak 2 bulan. Sisanya, dari 11 juta itu, kita harapkan tiga bulan, maksimal April,” kata dia.
Penonaktifan karena Pemutakhiran Data
Kemensos menjelaskan penonaktifan peserta PBI JK terjadi akibat pemutakhiran data penerima bantuan. Peserta yang dinonaktifkan digantikan oleh warga lain yang dinilai lebih membutuhkan sesuai kuota.
















