Jumat, Februari 13, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Awas, Bencana Susulan!

Redaksi
Jumat, 13 Februari 2026 00:18
in Artikel & Opini
Foto: AI

Foto: AI


Penulis: Jenia Ghaziah

Kabarminang – Beberapa hari belakangan, peringatan tentang cuaca ekstrem yang masih membayangi negeri ini kembali mengemuka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di Sumatra. Ancaman itu datang bukan sebagai sekadar kata peringatan, tapi sebagai konsekuensi konkret dari kondisi atmosfer yang belum stabil dan masih berisiko memicu kejadian hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Data-data terbaru menunjukkan bahwa pandemi cuaca ekstrem tidak berakhir semata karena kalender berganti tahun. Dalam beberapa pekan terakhir, prakiraan BMKG memperlihatkan karakter cuaca yang masih fluktuatif; curah hujan tinggi, potensi angin kencang, dan sistem atmosfer yang aktif masih membayangi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi.

Fenomena ini bukan sekadar peringatan ‘di atas kertas.’ Bahkan dalam catatan BNPB sendiri, peristiwa cuaca ekstrem akhir 2025 telah terjadi di banyak daerah, dengan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat dan infrastruktur. Situasi ini semakin mempertegas bahwa keadaan hari ini adalah kesinambungan dari rangkaian kejadian cuaca ekstrem yang belum usai; bukannya fenomena ‘sekali lalu selesai.’

Khusus di Sumatra, peringatan BNPB bukan tanpa alasan. Beberapa bulan terakhir, wilayah ini telah mengalami kejadian bencana besar yang menelan korban jiwa dan kerugian besar. Laporan field bahkan mencatat ratusan hingga ribuan jiwa terdampak, rumah rusak, serta jalur transportasi dan fasilitas umum yang terganggu akibat banjir dan longsor. Data resmi menunjukkan bahwa total korban bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra Utara saja mencapai ratusan jiwa tewas, dan ratus lainnya masih hilang atau terisolasi.

Apa itu bencana susulan, dan kenapa kita harus waspada? Istilah bencana susulan sering kita dengar di ruang berita, namun pemahamannya perlu dijelaskan secara lebih runtut. Bencana susulan bukan sekadar bencana kedua yang terjadi secara kebetulan. Ia merupakan konsekuensi lanjutan dari kondisi awal yang belum selesai dipulihkan, misalnya ketika tanah yang basah karena hujan ekstrem masih labil dan setiap hujan berikutnya lagi bisa memicu longsor, atau sungai yang penuh mudah meluap kembali ketika hujan lebat turun lagi. Inilah yang disebut aftershock dalam konteks meteorologi dan hidrologi; bukan gempa, tapi cuaca ekstrem yang berulang.

Ketika tanah jenuh air, struktur tanah berubah: pori-pori dipenuhi oleh air sehingga kekuatan tegangan tanah turun drastis. Maka setiap hujan berikutnya tidak lagi ‘diserap’ secara efektif, tapi langsung menjadi aliran permukaan yang mempercepat longsor dan banjir. Hal inilah yang sekarang tengah terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra dan wilayah lainnya.

BNPB menyatakan tulus dan intens berkoordinasi dengan BMKG setiap tiga jam untuk memantau kondisi cuaca terkini, bahkan sampai memutuskan perlu tidaknya operasi modifikasi cuaca (seperti cloud seeding) untuk mengurangi intensitas hujan.

Upaya semacam ini, di satu sisi, menunjukkan bahwa ada keseriusan dalam langkah mitigasi. Di sisi lain, ia menggarisbawahi satu hal penting: keterbatasan kita sebagai bangsa menghadapi kekuatan alam.

Modifikasi cuaca boleh jadi membantu dalam skala mikro, tapi ia bukan alat absolut yang bisa menjamin keamanan total bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana. Ketergantungan pada teknologi seperti cloud seeding haruslah diimbangi dengan mitigasi yang lebih menyeluruh: penguatan struktur tanah di kawasan rawan, penghijauan kembali area hulu sungai, perbaikan saluran air kota, dan sistem peringatan dini yang benar-benar sampai ke basis masyarakat.

Sayangnya, di lapangan masih sering terdengar laporan tentang keterlambatan akses informasi, lemahnya kesiapsiagaan warga, dan kurangnya sarana evakuasi yang modern dan cepat. Dalam banyak kasus bencana, baik yang terjadi di tahun 2025 maupun sebaran potensi ancaman awal 2026, warga yang paling merasakan dampaknya adalah kelompok rentan: petani, nelayan, pedagang kecil, dan masyarakat di daerah terpencil yang aksesnya terbatas.

Statistik memang hanya angka. Namun di balik angka itu ada nyawa dan masa depan manusia. Dari catatan BNPB, kejadian cuaca ekstrem sepanjang Januari tahun sebelumnya telah mendominasi bencana nasional dengan persentase yang mendekati total kejadian bencana hidrometeorologi: hampir 99,67%. Itu artinya hampir setiap bencana yang terjadi pada bulan terbasah itu adalah karena faktor cuaca ekstrem; bukan gempa bumi atau kebakaran hutan saja.

Angka-angka ini juga mencerminkan kenyataan pahit bahwa risiko bencana kita semakin meningkat. Ketika hujan ekstrem turun setiap beberapa minggu atau bahkan beberapa hari dengan intensitas puluhan hingga ratusan milimeter per hari, sungai meluap, lereng jenuh air, dan sistem drainase kota tak mampu menahan volume air yang datang. Dampaknya adalah banjir urban yang melumpuhkan aktivitas ekonomi, tanah longsor yang memutus jalur logistik, dan yang paling tragis adalah kehilangan nyawa.

Kepada siapa peringatan ini ditujukan? Pertama, tentu kepada pemerintah daerah, terutama yang berada di Sumatra dan sejumlah wilayah rawan lainnya. Waspada berarti tidak lagi menunggu bencana terjadi baru bertindak. Itu berarti kesiapan alat angkut evakuasi, jalur komunikasi darurat yang tidak mudah putus, penyediaan pusat pengungsian sementara yang layak, bahkan sampai edukasi publik yang rutin dan intens jika kondisi potensi bencana meningkat.

Kedua, kepada masyarakat luas. Kesadaran kolektif bukan hanya tentang mendengarkan peringatan di TV atau radio, tapi juga memahami apa arti peringatan itu dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika BMKG mengatakan ‘potensi hujan ekstrem’ di suatu kabupaten, apa saja langkah mitigasi yang sebaiknya dilakukan warga setempat? Apa rencana evakuasi keluarga? Di mana lokasi aman terdekat jika terjadi longsor?

Akhirnya, perlu disadari, bencana susulan bukan takdir, melainkan hasil mau tidaknya kita siap. ‘Bencana susulan’ bukan sekadar istilah spektakuler di berita. Ia adalah kenyataan yang mengintai ketika kita anggap sepele setiap peringatan cuaca ekstrem, dan ketika mitigasi kita belum menyentuh akar persoalan: perubahan iklim global, alih fungsi lahan yang memperparah limpasan air, serta kurangnya sistem informasi yang merata di seluruh lapisan masyarakat.

Ketika BNPB dan BMKG berseru waspada, itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menyadarkan kita bahwa alam tidak pernah berubah pada tempo yang sama dengan kesiapan kita. Siaga bukan hanya tangguh. Siaga adalah memahami bahwa peringatan dini adalah investasi nyawa. Juga masa depan bangsa!

*) Jenia Ghaziah adalah mahasiswa Prodi PGSD-2024 FIP Universitas Negeri Padang (UNP) Sumbar, pemerhati sosial-pendidikan.


Tags: Angin KencangBanjir Bandangbencana susulanBMKGBNPBcloud seedingCuaca Ekstremevakuasi daruratInfrastruktur Terdampakkesiapsiagaan masyarakatmitigasi bencanaperingatan diniperubahan iklimSumatratanah longsor

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Ini Daftar Lengkap Semua Ukuran

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp95.000 Per Gram, Berikut Daftar Lengkap Semua Ukuran

30 Desember 2025
Keracunan Gas di Kamar Mandi Bisa Berujung Kematian, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Keracunan Gas di Kamar Mandi Bisa Berujung Kematian, Begini Penjelasan Ilmiahnya

10 Oktober 2025
Perjuangan Sunyi Guru Honorer di Padang Pariaman, Mengukir Asa di Kerikil Jalan Tak Beraspal

Perjuangan Sunyi Guru Honorer di Padang Pariaman, Mengukir Asa di Kerikil Jalan Tak Beraspal

26 Mei 2025
Mahasiswa Gen Z, Mampu Mengubah Dunia Asalkan Baterai Full

Mahasiswa Gen Z, Mampu Mengubah Dunia Asalkan Baterai Full

18 April 2025
Demokrasi dan Kebisingan Politik

Demokrasi dan Kebisingan Politik

16 April 2025
Fundamental Ekonomi Kuat: Belajar dari Krisis 1998

Fundamental Ekonomi Kuat: Belajar dari Krisis 1998

2 April 2025
Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Dua Tersangka Kasus Pencabulan Pelajar di Pariaman Ditangkap, Satu Eks Anggota DPRD

Siswi SMP di Padang Pariaman Hamil 5 Bulan, Diduga Disetubuhi Pria Kenalan Medsos

9 Februari 2026

Siswi MAN di Solok Selatan Lahirkan Bayi, Pacar Enggan Tanggung Jawab

Siswi MAN di Solok Selatan Lahirkan Bayi, Pacar Enggan Tanggung Jawab

9 Februari 2026

Fraksi PDIP Tolak Interpelasi Wali Kota Padang soal Krisis Air Bersih, Alasannya Politis dan Bikin Gaduh

Fraksi PDIP Tolak Interpelasi Wali Kota Padang soal Krisis Air Bersih, Alasannya Politis dan Bikin Gaduh

8 Februari 2026

Mobil Senggol Motor Berujung Pemukulan, Wali Nagari di Tanah Datar Lapor Polisi

Mobil Senggol Motor Berujung Pemukulan, Wali Nagari di Tanah Datar Lapor Polisi

9 Februari 2026

Razia Tambang Emas Ilegal di Limapuluh Kota, Polisi Tak Temukan Alat Berat

Razia Tambang Emas Ilegal di Limapuluh Kota, Polisi Tak Temukan Alat Berat

10 Februari 2026

Tes Kehamilan di Sekolah, 1 Siswi SMP di Pesisir Selatan Positif Hamil

Tes Kehamilan di Sekolah, 1 Siswi SMP di Pesisir Selatan Positif Hamil

2 Februari 2026

Kecelakaan Maut di Kabupaten Solok, Sopir Minibus Jadi Tersangka

Kecelakaan Maut di Kabupaten Solok, Sopir Minibus Jadi Tersangka

8 Februari 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.