Kabarminang — Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar kembali erupsi pada Minggu (18/1) siang. Tinggi kolom abu saat erupsi tercatat kurang lebih 300 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 10.51 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, condong ke arah utara dan timur laut.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 25 detik,” katanya dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada). Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk pendaki, pengunjung, dan wisatawan, diimbau tidak memasuki serta tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Marapi, yakni Kawah Verbeek.
“Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan,” ujarnya.
Selain itu, apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks, serta tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah,” katanya.
Ia juga mengimbau pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Bukittinggi, Pemerintah Kota Padang Panjang, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, dan Pemerintah Kabupaten Agam, agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung, atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jalan Prof. Hazairin Nomor 168, Bukittinggi, untuk memperoleh informasi terkini terkait aktivitas Gunung Marapi.
















