Kabarminang — Kemunculan sinkhole atau tanah berlubang di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, menghebohkan masyarakat. Sinkhole tersebut mengeluarkan air jernih dan terlihat berwarna biru.
Diketahui, fenomena sinkhole tersebut muncul di lahan sawah milik warga pada Minggu (4/1/2026). Seiring berjalannya waktu, warga beramai-ramai datang ke lokasi, mulai dari mengambil air, berfoto, hingga muncul narasi di kalangan masyarakat bahwa air sinkhole tersebut berkhasiat hingga bisa menyembuhkan penyakit. Namun, klaim itu dibantah oleh Pemerintah Sumatera Barat.
“Air ini mengandung bakteri yang cukup tinggi. Air ini nggak ada hubungannya dengan bisa menyembuhkan kesehatan. Tolong jangan sampai terjadi hal-hal syirik di sini. Intinya air ini tidak boleh diminum, sudah dicek di lab dan bakterinya tinggi,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco, dalam konten yang diunggah ke akun Instagram-nya saat meninjau langsung sinkhole di nagari tersebut, dikutip Senin (12/1/2026).
Mengandung Bakteri E. coli dan Coliform
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Deni Hendra Suryadi, mengatakan air yang keluar dari lubang sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, dinyatakan mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dan coliform.
Ia menjelaskan, kandungan bakteri tersebut diketahui berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumatera Barat pada Minggu (11/1/2026).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan kandungan bakteri E. coli dan coliform pada air sinkhole tersebut,” katanya kepada Sumbarkita, Minggu (11/1/2026).
Ia melanjutkan, dengan ditemukannya bakteri tersebut, air dari lubang sinkhole tidak layak untuk dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat.
















