“Air tersebut tidak boleh langsung dikonsumsi. Jika ingin digunakan, harus melalui proses pengolahan atau dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia menambahkan, bakteri E. coli dan coliform berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan.
“Kandungan bakteri E. coli dan coliform dapat menyebabkan penyakit diare serta gangguan saluran cerna lainnya,” katanya.
Seiring dengan hasil pemeriksaan tersebut, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mempercayai klaim bahwa air dari lubang sinkhole memiliki khasiat tertentu tanpa dasar ilmiah.
Diberitakan sebelumnya, Wali Jorong Tepi, Salmi, mengatakan aktivitas pengambilan air oleh warga dan pengunjung dari lubang sinkhole telah terjadi sejak Selasa (6/1/2026). Menurutnya, pengambilan air tersebut berlangsung secara spontan.
“Mulai Selasa, warga dan pengunjung sudah mengambil air langsung dari lubang sinkhole,” katanya.
Ia menjelaskan, pada awalnya pengunjung yang datang hanya ingin meminum air yang keluar dari lubang tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, Salmi menyebut muncul penilaian di tengah masyarakat terkait air yang keluar dari lubang sinkhole itu.
“Penilaian bahwa air tersebut berkhasiat dan dapat menyembuhkan penyakit berkembang setelah banyak orang melihat pengunjung meminum air secara langsung,” ujarnya.
















