Kabarminang – Wali Kota Pariaman, Yota Balad, didampingi Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyerahkan bantuan sembako kepada 500 guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kota Pariaman yang terdampak bencana hidrometeorologi. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula Balai Kota Pariaman, Sabtu (10/1/2026).
Dalam sambutannya, Yota Balad mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Pariaman terhadap para pendidik keagamaan yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.
“Bantuan ini adalah bentuk apresiasi sekaligus dukungan moral bagi para guru MDTA. Mereka merupakan ujung tombak pendidikan karakter anak-anak di Kota Pariaman, sehingga sudah sepatutnya pemerintah hadir membantu di tengah kondisi pascabencana,” ujar Yota Balad.
Ia juga menambahkan bahwa para guru MDTA memiliki peran strategis dalam menyukseskan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, yakni Satu Rumah Satu Hafidz.
Diketahui, bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman, menyebabkan masyarakat tidak dapat beraktivitas secara normal dalam kurun waktu tertentu. Bencana ini mencakup berbagai fenomena alam akibat dinamika cuaca dan iklim, seperti hujan ekstrem, angin kencang, banjir, dan tanah longsor.
Yota Balad menjelaskan, setiap paket bantuan berisi kebutuhan sembako yang diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga para guru MDTA untuk sementara waktu. Selain sebagai bantuan fisik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan para pendidik keagamaan.
“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap semangat para guru MDTA dalam menjalankan tugas pendidikan tetap terjaga,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, Asisten II Setdako Pariaman Elfis Chandra, Ketua Baznas Kota Pariaman Zalman Zaunit, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.
















