Kabarminang – Zahra Fadli, mahasiswi Program Studi S1 Keperawatan STIKES Indonesia angkatan 2025, menjadi salah satu atlet pencak silat Sumatera Barat yang menorehkan prestasi di tingkat nasional. Atlet asal Lubuk Minturun, Kota Padang, ini berhasil meraih medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang pencak silat yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.
Zahra lahir dan besar di Kota Padang dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya mengurus rumah tangga. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara.
“Saya anak kedua dari empat bersaudara. Kakak saya berusia 24 tahun. Adik saya masih SMP, sementara adik bungsu duduk di kelas empat SD,” kata Zahra kepada Sumbarkita.
Menekuni Pencak Silat Sejak SMP
Ketertarikan Zahra pada pencak silat bermula sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. Awalnya, ia mengikuti pencak silat melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah dengan tujuan mencoba dan belajar bela diri.
“Awalnya hanya ingin mencoba, sekaligus untuk bela diri,” ungkap Zahra.
Seiring waktu, minat tersebut berkembang menjadi keseriusan di jalur prestasi. Zahra kemudian bergabung dengan Perguruan Satria Muda Indonesia, Padang, dan hingga kini masih aktif menjalani latihan rutin di bawah bimbingan pelatih Anuar Ramadan.
“Sampai sekarang masih aktif latihan. Biasanya latihan sore hari, libur hanya hari Sabtu,” ujarnya.
Selain pencak silat, Zahra juga menyukai olahraga lain seperti basket. Namun, pencak silat tetap menjadi pilihan utama karena dinilai memberi manfaat ganda.
“Pencak silat memberikan manfaat untuk prestasi sekaligus perlindungan diri, terutama sebagai perempuan,” katanya.
Dari Kerinci hingga Medali Pertama
Pertandingan pertama Zahra berlangsung di Kabupaten Kerinci saat ia baru sekitar tiga bulan menjalani latihan pencak silat. Dari ajang tersebut, ia berhasil meraih medali pertamanya ketika masih duduk di bangku SMP, sekitar tahun 2019.
Setelah itu, Zahra terus mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat daerah, termasuk pertandingan di Bukittinggi yang berlangsung pada masa pandemi Covid-19.
















