Kabarminang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur mengingatkan adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir Sumatera Barat (Sumbar) pada 2 hingga 5 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan banjir rob dipicu oleh pasang air laut akibat peristiwa astronomi Bulan Penuh (full moon) pada 3 Januari 2026, yang diperkuat dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
“Pasang maksimum pada periode 2–5 Januari 2026 diperkirakan mencapai 1,3 hingga 1,5 meter. Puncak pasang diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 18.00–20.00 WIB,” ujarnya saat dihubungi Sumbarkita, Jumat (2/1).
Ia menyebut potensi banjir rob ini berisiko terjadi di enam wilayah pesisir, yaitu Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, serta Kepulauan Mentawai. Dampak yang mungkin timbul berupa genangan air laut setinggi 2–20 sentimeter, dengan jangkauan 20–100 meter dari bibir pantai.
“Selain genangan, gelombang laut diprakirakan berkisar 0,50–2,00 meter, dengan kecepatan angin antara 2–15 knot selama periode tersebut,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat diharapkan memantau potensi banjir rob, meskipun dampaknya diperkirakan berada pada kategori menengah,” imbuhnya.
















