Kabarminang – Banjir bandang kembali melanda Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Sabtu (27/12) malam hingga Minggu (28/12) dini hari. Akibatnya, badan jalan tertimbun material kayu, bebatuan, dan lumpur.
Camat Tanjung Raya, Al Hafidh, menyampaikan banjir bandang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB hingga 03.00 WIB. Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada malam hari, sehingga Sungai Muaro Pisang kembali meluap.
“Luapan air sungai tersebut mengakibatkan aliran sungai membawa material kayu, bebatuan, dan lumpur hingga menimbun badan jalan,” tutur Al Hafidh kepada Sumbarkita.
Luapan sungai membawa material ke badan jalan dan menghambat akses transportasi warga. Sejak Minggu pagi, masyarakat setempat langsung melakukan pembersihan material secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.
Warga membersihkan kayu, bebatuan, dan lumpur dari badan jalan agar akses bisa kembali dibuka, sambil menunggu bantuan alat berat.
Selain di badan jalan, material banjir juga menumpuk di aliran Sungai Muaro Pisang. Warga turut memindahkan bebatuan dan kayu dari sungai untuk mengurangi risiko luapan susulan.
Banjir bandang tersebut juga berdampak pada sejumlah rumah warga. Meski tidak menimbulkan kerusakan berat, rumah-rumah yang terdampak tetap memerlukan penanganan pascabanjir.
Hingga Minggu siang, jalan di kawasan Jorong Pasa Maninjau belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua masih dapat melintas secara terbatas dengan kondisi jalan licin dan berlumpur.
Al Hafidh mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat aliran sungai masih deras meski hujan telah reda. Upaya pembersihan masih terus dilakukan agar kondisi wilayah dapat segera kembali normal.















