Jumat, Oktober 30, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Peristiwa

Sumbar Dikepung Banjir dan Longsor, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem

Redaksi
Senin, 24 November 2025 | 11:59
in Peristiwa
Longsor melanda Jorong Paninjauan, Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya, Agam. Foto: BPBD Agam

Longsor melanda Jorong Paninjauan, Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya, Agam. Foto: BPBD Agam

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang – Hujan berintensitas tinggi sejak Minggu hingga Senin (23–24 November 2025) membuat sejumlah wilayah di Sumatera Barat dilanda banjir, longsor, jalan amblas, hingga terputusnya beberapa jalur provinsi dan nasional. Bencana ini terjadi hampir serentak di Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Kota Padang, serta sejumlah daerah lain. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, kondisi ekstrem ini merupakan dampak dari penguatan dinamika atmosfer yang sudah terdeteksi sejak sepekan terakhir.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa Sumatera Barat saat ini berada dalam periode aktivitas atmosfer yang sangat aktif.

“Penguatan signifikan Monsun Asia membuat angin baratan membawa lebih banyak uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Sumatera Barat. Hal ini menjadi pemicu utama meningkatnya peluang hujan lebat dalam durasi panjang,” jelasnya dalam keterangan resmi BMKG, dikutip Senin (24/11/2025).

Menurut BMKG, ketika suplai uap air dari Samudra Hindia meningkat, topografi Sumbar yang didominasi Pegunungan Bukit Barisan turut memperburuk situasi. Aliran udara lembap dipaksa naik oleh dinding pegunungan, menyebabkan proses pendinginan cepat dan pembentukan awan hujan tebal.

“Proses ini disebut orographic lifting. Inilah yang membuat hujan di Sumbar cenderung lebih deras, terutama di wilayah perbukitan dan lembah,” lanjut Desindra.

Faktor lain yang memperkuat terjadinya cuaca ekstrem adalah anomali suhu muka laut positif di perairan barat Sumatera. Laut yang lebih hangat menghasilkan evaporasi lebih besar, sehingga kandungan uap air di atmosfer meningkat signifikan. Semakin banyak uap air, semakin besar potensi terbentuknya awan cumulonimbus—awan penyebab hujan deras, angin kencang, dan petir.

“Anomali suhu muka laut yang hangat menyebabkan penguapan lebih intens. Ini sangat berpengaruh terhadap tingginya curah hujan,” ungkapnya.

BMKG juga mencatat hadirnya Gelombang Rossby Ekuatorial, sebuah gelombang atmosfer yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif. Keberadaan gelombang ini membuat pertumbuhan awan hujan menjadi lebih cepat dan luas, sehingga hujan ekstrem bisa terjadi berulang dalam waktu dekat. Di saat yang sama, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) negatif terus berlangsung. Pada fase IOD negatif, laut di sekitar Indonesia menjadi lebih hangat dan lembap, yang berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah barat Indonesia termasuk Sumbar.

“Ketika Monsun Asia menguat, suhu laut hangat, gelombang atmosfer aktif, dan topografi mendukung pembentukan awan, maka potensi hujan ekstrem meningkat sangat signifikan. Kondisi yang terjadi hari ini merupakan kombinasi dari seluruh faktor tersebut,” tegas Desindra.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 21–27 November 2025, dengan imbauan khusus terhadap wilayah Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota. Peringatan tersebut menegaskan potensi terjadinya hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah pesisir.

Desindra meminta masyarakat tetap waspada, terutama di daerah rawan longsor dan sepanjang aliran sungai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat berdurasi panjang. Kondisi atmosfer masih aktif hingga beberapa hari ke depan,” katanya.

Dengan intensitas hujan yang masih tinggi dan sejumlah wilayah yang sudah sangat jenuh air, BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiagaan menghadapi potensi bencana susulan.


Tags: agambanjir sumbarBencana AlamBMKGCuaca EkstremHidrometeorologiIOD negatiflongsor SumbarMonsun Asiaorographic liftingpadangPadang PariamanPesisir SelatanRossby Ekuatorialsuhu muka lautSumbar
ShareTweetPin

Berita Terkait

Hujan Deras Picu Longsor di Pasaman, Akses Antarkampung Lumpuh

Hujan Deras Picu Longsor di Pasaman, Akses Antarkampung Lumpuh

30 Oktober 2026
Kebakaran Hanguskan Dua Ruko di Padang Pariaman, Diduga Korsleting Listrik

Kebakaran Hanguskan Dua Ruko di Padang Pariaman, Diduga Korsleting Listrik

30 Oktober 2026
Hiace dan Truk Mitsubishi Bertabrakan di Jalan Solok–Padang, Tujuh Orang Luka-Luka

Hiace dan Truk Mitsubishi Bertabrakan di Jalan Solok–Padang, Tujuh Orang Luka-Luka

30 Oktober 2026
Tiga Rumah Terbakar di Lima Puluh Kota, Warga Dengar Suara Ledakan

Tiga Rumah Terbakar di Lima Puluh Kota, Warga Dengar Suara Ledakan

30 Oktober 2026
Yota Balad Pimpin PDBI Sumbar 2026–2030, Kejurnas di Bandung Jadi Target Awal

Diduga Korsleting Listrik, Rumah dan Dua Motor Terbakar di Lima Puluh Kota

30 Oktober 2026
Video: Kecelakaan Kembali Terjadi di Kelok Yuang Tanai Jalur Solok–Padang, Sejumlah Kendaraan Terlibat

Video: Kecelakaan Kembali Terjadi di Kelok Yuang Tanai Jalur Solok–Padang, Sejumlah Kendaraan Terlibat

29 Oktober 2026
Next Post
23 Nagari di Pesisir Selatan Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

23 Nagari di Pesisir Selatan Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Pria di Agam Ditangkap karena Setubuhi Anak Kandung dan Anak Tiri, Korban Siswi SD dan SMP

Pria di Agam Ditangkap karena Setubuhi Anak Kandung dan Anak Tiri, Korban Siswi SD dan SMP

29 Oktober 2026

Jatuh dari Lantai Tiga Gedung Kampus, Dosen Poltekkes Padang Dirawat Intensif

Pasien BPJS Adukan Pelayanan RSUP M Djamil Padang ke Ombudsman, Soroti Keselamatan Pasien

27 Oktober 2026

2 Mahasiswi Politeknik Negeri Padang Jadi Korban Tabrak Lari di Batam, 1 Tewas

2 Mahasiswi Politeknik Negeri Padang Jadi Korban Tabrak Lari di Batam, 1 Tewas

24 Oktober 2026

Pergi ke Batam untuk Magang, Mahasiswi Politeknik Negeri Padang Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari

Pergi ke Batam untuk Magang, Mahasiswi Politeknik Negeri Padang Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari

24 Oktober 2026

Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Solok, Ditemukan Racun Rumput di Lokasi

Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Solok, Ditemukan Racun Rumput di Lokasi

24 Oktober 2026

Jual Biosolar Subsidi, 5 Orang di Tanah Datar Ditangkap, 1 Pelaku Berstatus PPPK Paruh Waktu

Jual Biosolar Subsidi, 5 Orang di Tanah Datar Ditangkap, 1 Pelaku Berstatus PPPK Paruh Waktu

27 Oktober 2026

Tidur Bertiga Seranjang, Pria di Agam Setubuhi Anak Kandung Saat Istri Terlelap

Tidur Bertiga Seranjang, Pria di Agam Setubuhi Anak Kandung Saat Istri Terlelap

30 Oktober 2026

Berita Terkini

Dibayar Rp300 Ribu Bawa Biosolar Subsidi ke Sijunjung, Pemuda di Lima Puluh Kota Ditangkap

Dibayar Rp300 Ribu Bawa Biosolar Subsidi ke Sijunjung, Pemuda di Lima Puluh Kota Ditangkap

30 Oktober 2026

Kasus ISPA di Sumbar Tembus 64.350 Sepanjang Oktober 2026, Agam Tertinggi

Kasus ISPA di Sumbar Tembus 64.350 Sepanjang Oktober 2026, Agam Tertinggi

30 Oktober 2026

Hujan Deras Picu Longsor di Pasaman, Akses Antarkampung Lumpuh

Hujan Deras Picu Longsor di Pasaman, Akses Antarkampung Lumpuh

30 Oktober 2026

Mahkamah Konstitusi Tidak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA atau Sederajat

Putusan Mahkamah Agung: Surat Penyetaraan Ijazah SMA Wapres Gibran Tidak Sah

30 Oktober 2026

Punya Hubungan Sesama Jenis, Dua Perempuan di Payakumbuh Diamankan Satpol PP

Punya Hubungan Sesama Jenis, Dua Perempuan di Payakumbuh Diamankan Satpol PP

30 Oktober 2026

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap untuk Korban Bencana Rampung pada 2027

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap untuk Korban Bencana Rampung pada 2027

30 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.