Pencarian Tetap Dilanjutkan, Cuaca Masih Menjadi Kendala
Meskipun telah ditemukan tambahan korban selamat, pencarian masih terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan unsur pemerintah daerah terus melakukan penyisiran perairan Selat Sipora, khususnya di sekitar lokasi terbaliknya boat yang sebelumnya diperkirakan berada pada koordinat 2°27’20.26″ LS dan 99°56’23.32″ BT.
“Kondisi cuaca masih jadi kendala utama. Pantai tempat korban ditemukan pun tidak bisa dijangkau langsung oleh kapal. Kami terus berupaya sebaik mungkin,” ucap Dhio.
Lima unit boat tambahan milik Pemkab Mentawai juga ikut membantu operasi pencarian bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 dan Kapal Negara (KN) SAR Ramawijaya. Tim juga menggunakan alat komunikasi darurat, peralatan evakuasi, dan telepon satelit dalam mendukung upaya di lapangan.
Kronologi Singkat Kecelakaan
Kecelakaan terjadi pada Senin pagi (14/7/2025), saat sebuah boat yang mengangkut 17 penumpang rombongan ASN dan DPRD bertolak dari Sikakap menuju Tuapejat. Sekitar pukul 11.00 WIB, boat dilaporkan terbalik di tengah laut.
Laporan pertama baru diterima Kantor SAR Mentawai pada pukul 17.40 WIB dari Kepala Dusun Mapinang Utara, setelah enam korban berhasil berenang ke daratan dan memberikan informasi.
Mereka berenang selama sekitar enam jam di tengah kondisi gelombang tinggi, sebelum tiba di pesisir dan menyampaikan kabar kepada warga desa setempat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan terhadap proses pencarian dan penanganan korban.
Bupati Rinto Wardana sebelumnya telah menyampaikan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat pencarian dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.
“Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Koordinasi lintas sektor terus berjalan dan posko siaga telah disiapkan,” ujar Rinto.
















