“Lulusan tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, baik di instansi pemerintah seperti rumah sakit dan puskesmas, maupun di sektor swasta seperti klinik dan rumah bersalin. Ada juga yang bertugas sebagai bidan desa,” kata Jeki.
Selanjutnya, pada 15 Mei 2000, institusi tersebut dikonversi menjadi Akademi Keperawatan (Akper) ‘Aisyiyah Padang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.3.1437.
Perkembangan kembali terjadi pada 16 Oktober 2020, saat Akper ‘Aisyiyah Padang resmi berubah menjadi Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat melalui Surat Keputusan Nomor 929/M/2020.
Saat ini, Politeknik ‘Aisyiyah Sumatera Barat memiliki tiga program studi, yakni D3 Keperawatan, D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta D4 Bisnis Jasa Makanan.
Untuk menunjang proses pendidikan, institusi tersebut menyediakan berbagai kegiatan seperti pelatihan BTCLS, praktik di rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas, serta klinik.
Selain itu, mahasiswa juga mengikuti seminar kesehatan dan kuliah pakar sebagai bagian dari penguatan kompetensi selama masa pendidikan.
















