Kabarminang — Kasus video cekcok dua guru MIN 6 Pesisir Selatan yang viral di media sosial terus bergulir. Setelah guru laki-laki, berinisial D, dan guru perempuan, berinisial N, menyampaikan versi mereka masing-masing, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pesisir Selatan mengungkap hasil klarifikasi yang dilakukan terhadap kedua guru tersebut.
Kepala Kantor Kemenag Pesisir Selatan, Yufrizal, mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan kejadian yang terjadi di lingkungan madrasah tersebut dan memastikan persoalan itu menjadi perhatian serius.
“Menanggapi video terkait tindakan yang kurang menyenangkan yang beredar di media sosial akhir-akhir ini, kami dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan menyampaikan keprihatinan dan sangat menyayangkan kejadian yang terjadi di MIN 6 Pesisir Selatan,” ujar Yufrizal pada Jumat (14/8/2026).
Ia menyebut bahwa pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan disiplin yang berlaku.
Selain persoalan terhadap tenaga pendidik, pihaknya juga memberikan perhatian kepada para siswa yang berada di dalam kelas saat kejadian berlangsung. Ia menyebut bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan dan penyembuhan trauma agar kondisi psikologis peserta didik dapat kembali pulih.
Ia juga meminta dukungan masyarakat dan orang tua siswa agar situasi tetap kondusif selama proses penyelesaian kasus tersebut.
“Kepada orang tua, siswa, dan masyarakat, kami memahami kekhawatiran yang muncul atas kejadian ini. Untuk itu kami memohon dukungan agar persoalan ini dapat diselesaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Dugaan pinjaman online muncul setelah klarifikasi awal
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Pesisir Selatan, Yossef Yuda, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap kedua guru yang terlibat.














