Kabarminang – Sebanyak 237 anak dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data tersebut merupakan data sementara yang dihimpun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam hingga Rabu (2/9/2026) siang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, M. Lutfi, mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian besar korban mendapat perawatan di Puskesmas Palupuh, sedangkan dua orang dirujuk ke RSUD Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Data sementara ada 237 anak yang menjadi korban. Mereka berasal dari SD, SMP dan SMA di Palupuh,” ujar Lutfi kepada Sumbarkita.
Menurutnya, kejadian tersebut diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program MBG. Sejumlah anak kemudian mengalami keluhan kesehatan sehingga harus mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Lutfi mengatakan makanan MBG yang dikonsumsi para korban berasal dari salah satu dapur MBG yang beroperasi di wilayah Palupuh. Namun, Pemkab Agam masih melakukan pendataan dan belum memperoleh informasi lengkap mengenai pemilik dapur tersebut.
“Pemasok MBG salah satu dapur MBG di Palupuh. Data pemiliknya belum ada,” katanya.
Saat ini, Pemkab Agam memprioritaskan penanganan dan pengobatan terhadap seluruh korban. Pemerintah daerah memastikan anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan pelayanan medis sesuai dengan kondisi masing-masing.















