“Proses hukum menyusul. Fokus Pemkab sekarang pengobatan korban,” ujarnya.
Di tengah penanganan para korban, Pemkab Agam juga akan melakukan evaluasi terhadap dapur MBG yang memasok makanan tersebut. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui rangkaian kejadian sekaligus memastikan keamanan makanan yang disalurkan melalui program MBG.
Lutfi menegaskan evaluasi penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Sementara itu, kemungkinan proses hukum akan menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Hingga Rabu siang, kasus dugaan keracunan tersebut masih dalam penanganan Pemkab Agam. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap korban serta menelusuri penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
















