Kabarminang- Sebanyak 203 murid dari 17 Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kota Pariaman mengikuti Wisuda Gabungan MDTA Angkatan XVII Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Aula SMK Negeri 2 Pariaman, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sumatera Barat Firdaus Gani, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktafiadi, Kepala Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Setdako Pariaman Muharman, Ketua DPC FKDT Kota Pariaman Nasri, Ketua DPAC FKDT Kecamatan Pariaman Tengah Nurkamal, serta para guru, orang tua, dan keluarga wisudawan.
Dalam sambutannya, Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan agama merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. Ia berharap seluruh ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama belajar di MDTA dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah Kota Pariaman berharap para orang tua, guru MDTA, dan seluruh masyarakat terus mendorong anak-anak untuk belajar Al-Qur’an serta memakmurkan masjid dan musala dengan berbagai aktivitas keagamaan. Dengan demikian, akan lahir generasi Qurani yang mencintai masjid dan gemar membaca Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, upaya melahirkan generasi Qurani tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia menilai diperlukan sinergi antara pemerintah, FKDT, guru, orang tua, dan masyarakat untuk membina generasi muda yang berakhlak dan memiliki pemahaman agama yang kuat.
Ia juga menekankan pentingnya membekali anak-anak dengan kompetensi yang memadai di tengah persaingan global yang semakin ketat. Selain kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, pendidikan adab dan etika juga harus menjadi perhatian utama.
“Anak-anak tidak hanya perlu dibekali hafalan dan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga adab dan etika yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada para guru MDTA dan pengurus FKDT yang telah berkontribusi dalam pendidikan keagamaan anak-anak di Pariaman Tengah.
Ia juga mengusulkan agar wisuda gabungan MDTA pada tahun mendatang tidak lagi dilaksanakan per kecamatan, melainkan ditingkatkan menjadi skala Kota Pariaman.
Menurutnya, penyelenggaraan wisuda tingkat kota akan menjadi momentum yang lebih besar sekaligus memperkuat citra Kota Pariaman sebagai daerah yang peduli terhadap pendidikan keagamaan.
“Kalau bisa, tahun depan kita adakan Wisuda 1.000 murid MDTA se-Kota Pariaman. Dampaknya akan lebih besar dan dapat membawa harum nama Kota Pariaman,” ujarnya.
Mulyadi meminta FKDT dan para guru MDTA berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pariaman untuk mempersiapkan rencana tersebut sehingga dapat direalisasikan pada tahun mendatang.
















