Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menggelar tausiah, zikir, dan doa bersama sebagai penutup rangkaian Refleksi Satu Abad Gempa Padang Panjang. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre, Senin (29/6/2026) malam.
Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, mengatakan refleksi satu abad gempa tidak hanya dimaknai sebagai mengenang salah satu peristiwa besar dalam sejarah kota, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
“Rangkaian kegiatan refleksi satu abad gempa ini merupakan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana. Kita ingin mewujudkan Padang Panjang sebagai kota yang tangguh dan siaga bencana, sekaligus mengajak seluruh masyarakat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan muhasabah,” ujarnya.
Ia melanjutkan, doa bersama menjadi ikhtiar batin untuk memohon perlindungan Allah SWT sekaligus merawat ingatan sejarah agar peristiwa besar yang pernah terjadi menjadi pelajaran bagi generasi sekarang dan mendatang.
“Semoga melalui doa bersama ini Allah SWT senantiasa melindungi Padang Panjang, memberikan keberkahan bagi masyarakatnya, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun budaya sadar bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Panjang, Zulhamdi, dalam tausiahnya mengajak jemaah mengambil hikmah dari gempa dahsyat yang mengguncang Padang Panjang pada 1926.
Ia mengisahkan catatan sejarawan Muhammad Rajab yang menggambarkan dahsyatnya gempa hingga banyak orang mengira hari kiamat telah tiba. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa musibah merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT yang harus dihadapi dengan keimanan dan kesiapsiagaan.
“Jangan menunggu musibah baru kembali kepada Allah. Jangan menunggu ujian baru kita memakmurkan masjid. Mari jadikan peringatan satu abad ini sebagai momentum untuk kembali meramaikan masjid, musala, dan majelis-majelis pengajian,” pesannya.
Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid sebagai motivasi untuk terus memperkuat keimanan dan ibadah.
















