Pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada angka -0,28 yang menandakan kondisi Netral.
Kondisi tersebut diperkirakan bertahan hingga Juni 2026. Namun, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori lemah hingga moderat diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dikutip dari laman resmi BMKG.
BMKG juga menjelaskan bahwa peralihan Angin Baratan atau Monsun Asia menjadi Angin Timuran atau Monsun Australia menjadi salah satu penanda dimulainya musim kemarau di Indonesia.
Berdasarkan data BMKG, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Wilayah yang lebih awal mengalami kemarau antara lain pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
















