Kabarminang – Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berpotensi mengalami gelombang panas dengan suhu lebih tinggi dari biasanya dalam beberapa bulan ke depan.
Prakiraan musiman terbaru dari Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC) menunjukkan suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara diprediksi berada di atas rata-rata pada periode Maret hingga Mei 2026.
Melansir Bloomberg, Selasa (10/3/2026), proyeksi ASMC menyebutkan peluang suhu di atas normal mencapai 80 hingga 100 persen di hampir seluruh wilayah Indonesia dan Malaysia.
Kondisi panas yang tidak biasa tersebut diperkirakan akan muncul lebih dulu di kedua negara tersebut sebelum meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara dalam dua bulan berikutnya.
Selain Indonesia dan Malaysia, sebagian besar wilayah Thailand dan Vietnam bagian utara juga diperkirakan akan terdampak suhu yang lebih panas dari normal.
Sementara itu, hanya beberapa wilayah yang diprediksi memiliki suhu mendekati kondisi normal. Wilayah tersebut antara lain Vietnam bagian tenggara, Kamboja, serta beberapa kawasan di Filipina.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada tahun 2026.
Perubahan kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026 yang kemudian bergeser ke fase Netral. Ke depan, kondisi iklim global juga berpotensi berkembang menuju fase El Niño pada pertengahan tahun.
















