Kabarminang — Sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, rusak hingga menuai protes warga.
Terbaru, protes datang dari warga di Balai Selasa, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, yang menggelar aksi protes dengan menanam pohon pisang di ruas jalan berlubang pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Video itu pun beredar luas di berbagai platform media sosial.
Sebelumnya, warga Tanah Datar juga mengeluhkan jalan berlubang hingga bergelombang di arah Rambatan, Bukittinggi, Danau Singkarak, hingga ruas Selayo menuju Padang Panjang.
Salah seorang warga Kecamatan Sungayang, Tanah Datar, Adi Nazif (23), mengaku pernah mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak itu.
“Kami masyarakat sangat dirugikan. Saya sendiri pernah kecelakaan akibat lubang di jalan itu sampai badan luka-luka dan pelek motor pecah,” katanya kepada Sumbarkita, Sabtu (13/6/2026).
Perihal itu, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumatera Barat, Armizoprades, mengatakan, beberapa titik kerusakan di Kabupaten Agam, seperti ruas Maninjau dan Matur–Palembayan, saat ini sudah mulai diperbaiki dengan menggunakan dana reguler.
Sementara itu, untuk proyek perbaikan jalan yang bersumber dari Dana Transfer keDaerah (TKD) di Agam maupun Tanah Datar, saat ini sedang dalam proses lelang konsultan supervisi sebelum masuk ke lelang konstruksi fisik.
“Untuk wilayah Tanah Datar, kami juga telah mengusulkan penanganan infrastruktur melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD) yang difokuskan pada ruas Baso–Piladang, Batusangkar–Guguak Cino, dan Guguak Cino–Sitangkai,” katanya kepada Sumbarkita, Minggu (21/6/2026).















