Terkait dugaan tujuan pendistribusian BBM tersebut, Pertamina mengaku belum dapat memastikan aliran Pertalite yang dibeli secara berulang itu. Namun, terdapat dugaan BBM tersebut dijual kembali secara eceran dengan harga lebih tinggi.
Peristiwa ini sempat menimbulkan antrean panjang di lokasi dan terekam dalam video yang viral di media sosial, memperlihatkan situasi tegang antara sejumlah konsumen dan petugas SPBU.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina menyatakan akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap data penjualan dan stok BBM di SPBU Muaro Kiawai.
“Kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi stok yang sebenarnya serta mengevaluasi sistem pelayanan di SPBU tersebut,” tegas Fakhri.
Pertamina berharap pengawasan distribusi yang lebih ketat dapat mencegah potensi penyalahgunaan BBM subsidi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
















