Kabarminang – Universitas Alifah Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Periode I Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Pangeran Beach Hotel Padang, Senin (27/4/2026).
Prosesi ini menjadi bagian dari kontribusi nyata universitas dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Pada periode ini, Universitas Alifah Padang meluluskan 63 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 19 lulusan Profesi Ners, 6 Profesi Bidan, 35 Sarjana Kebidanan, serta 3 Sarjana Kesehatan Masyarakat.
Mengintegrasikan Teknologi dan Nilai Kewirausahaan
Rektor Universitas Alifah Padang, Fanny Ayudia, menyampaikan bahwa penguatan kualitas pendidikan terus dilakukan melalui implementasi kurikulum berbasis teknologi.

Pendekatan ini dirancang untuk memastikan lulusan tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan transformasi digital di sektor kesehatan.
“Pendidikan berbasis teknologi menjadi fondasi utama kami dalam menyiapkan lulusan menghadapi era modern. Di saat yang sama, nilai entrepreneurship juga kami tanamkan agar lulusan memiliki kemandirian dan mampu menciptakan peluang,” ujarnya.

Setiap program studi dilengkapi dengan penguatan keterampilan spesifik sebagai nilai tambah lulusan. Program Keperawatan, misalnya, menitikberatkan pada kompetensi medikal bedah, khususnya perawatan luka modern.
Sementara itu, program Kebidanan mengembangkan keahlian berbasis layanan komplementer, termasuk pendekatan naturopatik hingga baby spa.

“Kami ingin lulusan memiliki nilai tawar lebih dan mampu membangun usaha mandiri di bidang kompetensinya masing-masing,” tambahnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Alifah Nur Ikhlas Padang, Fatmi Arma, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas berkelanjutan.

Seluruh program studi di Universitas Alifah Padang saat ini telah mengantongi akreditasi dengan predikat Baik, Baik Sekali, hingga Unggul.
Selain itu, lulusan juga dibekali Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang memuat beragam sertifikasi kompetensi sebagai penguat daya saing.

“Setiap lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi terukur melalui sertifikasi, seperti pelatihan BTCLS untuk Ners serta pelatihan K3 Umum dan Public Speaking bagi lulusan Kesehatan Masyarakat,” jelasnya.
Sinergi dengan Pemangku Kepentingan
Prosesi wisuda turut dihadiri Ketua Tim Pembelajaran LLDIKTI Wilayah X, Putra Heriyadi, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumbar, Rosmaneli, serta perwakilan organisasi profesi seperti PPNI, IBI, dan IAKMI Sumatera Barat.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia profesi dalam mendukung lahirnya tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan nasional.
Universitas Alifah Padang terus berkomitmen menjadi institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berperan aktif dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masa depan.
















