Kabarminang – Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang menanam 1.000 pohon di Kampus III yang berlokasi di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen kampus dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kawasan hijau.
Rektor UIN IB Padang, Martin Kustati, mengatakan penanaman pohon dilakukan di berbagai titik di kawasan kampus. Menurutnya, setiap pohon yang ditanam merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan.
“Pohon-pohon tersebut nantinya akan memberikan berbagai manfaat, seperti menyediakan oksigen, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi bukti kontribusi manusia terhadap lingkungan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, dalam perspektif nilai Islam, kegiatan tersebut sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya memberi manfaat kepada sesama. Penanaman pohon dinilai sebagai bentuk nyata kebermanfaatan yang berdampak luas dan lintas generasi.
Selain itu, pihak kampus berkomitmen mengembangkan program ramah lingkungan secara berkelanjutan. Program tersebut mencakup pengelolaan sampah berbasis reduksi dan daur ulang, pengurangan penggunaan plastik, penghijauan kawasan kampus, serta penguatan literasi lingkungan bagi mahasiswa.
UIN IB Padang juga mendorong penelitian dan inovasi yang berorientasi pada solusi terhadap permasalahan lingkungan. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat solusi bagi tantangan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Martin Kustati mengajak mahasiswa untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan memulai dari langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, dan menanam pohon.
Ia menekankan, mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Perubahan besar berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan bermutu harus mampu melahirkan manusia yang tidak hanya pintar, tetapi juga bijaksana dalam memanfaatkan ilmu dan sumber daya.
“Kita tidak ingin melahirkan generasi yang maju secara teknologi tetapi mengalami krisis moral dan ekologis,” tegasnya.
Penanaman pohon dilakukan dengan berbagai jenis tanaman yang disesuaikan dengan kondisi lahan berdasarkan analisis kebutuhan lingkungan dan kondisi tanah di sekitar kampus. Sejumlah pohon yang ditanam berfungsi sebagai penyerap air dan penahan tanah, terutama di area yang berpotensi mengalami erosi.
Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah pencegahan dampak hujan lebat seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun karakter generasi yang peduli terhadap alam.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi kita semua,” tutupnya.
















