Kabarminang — Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik internasional melalui kegiatan International Visiting Lecturer yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber internasional, Fery Ramadhansyah, dosen dari Al-Azhar University. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dengan mengangkat tema The Role of Egypt’s Dar al-Ifta in Addressing Contemporary Legal Issues.
Dekan Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang, Alfadli, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis fakultas dalam memperluas wawasan global bagi sivitas akademika.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dan dosen dapat memperoleh perspektif internasional terkait perkembangan hukum Islam di berbagai negara. Walaupun saat ini masih dilaksanakan secara daring, kami berharap pada kesempatan mendatang kegiatan serupa dapat terlaksana secara langsung di kampus,” ujarnya.
Ia menambahkan, program International Visiting Lecturer merupakan bagian dari langkah nyata Fakultas Syariah dalam mendukung pencapaian target dan visi fakultas menuju institusi pendidikan yang unggul dan berdaya saing internasional.
“Melalui kegiatan ini kami kembali menegaskan komitmen untuk menghadirkan atmosfer akademik yang berorientasi global serta memperkuat jejaring internasional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan hukum Islam di Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Panitia, Eskarni Ushalli, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang solid dari seluruh panitia pelaksana.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama seluruh tim. Setiap petugas mampu menjalankan tugasnya secara optimal sehingga acara berjalan lancar dari awal hingga akhir,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara UIN Imam Bonjol Padang dan Al-Azhar University Mesir, serta berbagai perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada webinar semata, tetapi dapat menjadi jembatan bagi kolaborasi akademik yang berkelanjutan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.
















