Adapun Kota Padang memiliki kondisi berbeda. US AQI tercatat 89 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 29,6 µg/m³, yang masuk kategori “Moderate” atau sedang. Data IQAir untuk Bukittinggi dan Talawi juga menunjukkan pembaruan dan prakiraan kualitas udara secara berkala.
Berikut data kualitas udara enam wilayah yang dipantau:
| Wilayah | US AQI | PM2.5 | Kategori |
| Talawi, Sawahlunto | 141 | 51,8 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Batusangkar | 134 | 48,8 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Payakumbuh | 133 | 48,6 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Solok | 130 | 47,3 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Bukittinggi | 120 | 43,1 µg/m³ | Tidak sehat bagi kelompok sensitif |
| Padang | 89 | 29,6 µg/m³ | Sedang |
Data tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kondisi kualitas udara antarwilayah pada waktu pemantauan yang sama. Talawi berada pada posisi tertinggi di antara enam lokasi yang dipantau, sementara Padang mencatat angka terendah.
IQAir juga mencantumkan bahwa data yang ditampilkan pada halaman wilayah tersebut disediakan melalui model berbasis satelit (satellite-derived model). Karena itu, data ini perlu dibaca sebagai informasi pemantauan kualitas udara dari IQAir dan tidak secara otomatis dapat dianggap sebagai hasil pengukuran langsung dari stasiun pemantau kualitas udara di masing-masing wilayah.
Kondisi tersebut juga tidak serta-merta menunjukkan penyebab tertentu. Untuk menghubungkan peningkatan konsentrasi PM2.5 dengan kebakaran hutan dan lahan, diperlukan data dan analisis tambahan, termasuk data sumber polutan serta hasil pengukuran kualitas udara dari instrumen pemantauan di lapangan.
Meski demikian, data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Senin siang. Masyarakat, khususnya kelompok sensitif, dapat menjadikan informasi kualitas udara sebagai salah satu pertimbangan dalam melakukan aktivitas di luar ruangan.
















