Kabarminang – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 resmi akan digelar dengan sistem tuan rumah bersama yang melibatkan 12 kabupaten dan kota. Sementara itu, tujuh daerah lainnya dipastikan hanya berpartisipasi sebagai pengirim atlet dan tidak menjadi penyelenggara pertandingan.
Ketua Panitia Pelaksana Porprov Sumbar 2026, Septri, mengatakan pembagian peran tersebut dilakukan setelah panitia melakukan verifikasi terhadap kesiapan seluruh 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“Sebanyak 12 daerah menyatakan komitmen penuh menjadi tuan rumah, dibuktikan dengan surat pernyataan kesediaan resmi dari kepala daerah masing-masing,” kata Septri kepada Sumbarkita, Rabu (17/6/2026).
Septri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar menjelaskan, tujuh daerah yang tidak menjadi tuan rumah menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan anggaran hingga persoalan teknis dan geografis.
Menurutnya, Kabupaten Agam tidak mengajukan diri sebagai tuan rumah karena pemerintah daerah masih memprioritaskan pemulihan infrastruktur pascabencana alam. Sementara itu, Kabupaten Pasaman terkendala faktor geografis yang dinilai kurang mendukung pelaksanaan ajang olahraga berskala besar.
“Jarak Pasaman terlalu jauh ke pusat venue utama, sehingga membutuhkan biaya akomodasi yang terlalu besar,” ujarnya.
Kota Padang Panjang juga tidak menjadi tuan rumah karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah untuk menanggung biaya operasional penyelenggaraan pertandingan.
Di sisi lain, Kabupaten Dharmasraya sebenarnya sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun, pengajuan tersebut ditolak karena proses penetapan daerah penyelenggara sudah berjalan lebih dulu.
“Dharmasraya sempat mengajukan diri di akhir, tetapi kami tolak karena proses pengajuan wilayah Padang Pariaman sudah berjalan lebih awal,” tutur Septri.
Selain itu, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, dan Kota Payakumbuh juga dipastikan tidak menjadi tuan rumah karena menghadapi kendala kesiapan fasilitas olahraga dan dukungan anggaran.
Meski tidak menjadi penyelenggara, Septri menegaskan ketujuh daerah tersebut tetap memiliki hak yang sama sebagai peserta Porprov. Atlet dari daerah-daerah itu tetap dapat mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan dan bersaing memperebutkan medali.
Panitia berharap konsep tuan rumah bersama yang melibatkan 12 daerah dapat meringankan beban anggaran sekaligus memaksimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang telah tersedia di masing-masing wilayah.
“Kami optimistis konsep gotong royong ini dapat menyukseskan Porprov sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi dari seluruh daerah di Sumatera Barat,” katanya.
Porprov Sumbar XVI dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026 setelah sempat vakum selama delapan tahun.
















