Kabarminang — Sebuah mobil terbalik setelah bertabrakan dengan mobil lain di Jalan Raya Padang–Bukittinggi, tepatnya di Buayan, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 6.20 WIB.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Pariaman, Iptu Rudi Candra, mengatakan bahwa mobil yang terbalik itu ialah Wuling Confero bernomor polisi BA 1255 XH, dikendarai oleh Albadru (25 tahun), Surau Gadang, Jorong Parik Putuih, Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Agam. Ia menyebut bahwa mobil itu bertabrakan dengan Mitsubishi pikap L300 berpelat nomor BA 8736 AG, dikemudikan oleh Irman (61 tahun), warga Dusun Simpang Batang Anai, Padang Pariaman.
Perihal kecelakaan itu, Rudi menceritakan bahwa awalnya Mitsubishi pikap melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi kejadian, mobil itu tersebut berbelok ke kanan jalan. Pada saat bersamaan, dari arah yang sama di belakangnya datang mobil Wuling Confero.
“Karena jarak yang sudah dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari,” ujar Rudi.
Akibat tabrakan itu, Rudi, kedua kendaraan rusak di bagian depan dan samping. Dalam foto dan video yang beredar di media sosial, mobil Wuling itu terbalik di jalan.
Meski demikian, Rudi memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut bahwa pengemudi pikap tidak terluka. Sementara itu, pengendara Wuling sempat mengeluhkan sesak di bagian dada dan muntah setelah kejadian. Sementara itu, penumpang Wuling, yakni Azrifki (58 tahun) dan Imra (55 tahun), warga Ulu Jami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tidak terluka.
Rudi menyebut total kerugian materil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp3 juta.
Rudi mengimbau para pengendara untuk selalu memastikan kondisi lalu lintas sebelum berbelok atau berpindah jalur, terutama di ruas jalan nasional yang padat kendaraan.
“Kami mengingatkan pengguna jalan untuk selalu memperhatikan jarak aman dan mengantisipasi pergerakan kendaraan di depan. Kecelakaan seperti ini umumnya terjadi karena kurangnya kehati-hatian dan antisipasi,” ucapnya.















