Sementara itu, merek susu formula lain yang disebut dalam notifikasi internasional seperti SMA, BEBA, dan NAN dipastikan tidak beredar di Indonesia.
BPOM mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang telah membeli produk dengan nomor bets tersebut, untuk segera menghentikan penggunaan dan mengembalikan produk ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran.
BPOM juga meminta orang tua mewaspadai gejala kesehatan pada bayi apabila sudah telanjur mengonsumsi produk. Toksin cereulide diketahui bersifat tahan panas dan tidak dapat dinonaktifkan melalui penyeduhan air mendidih atau pemasakan biasa. Efek paparan dapat muncul 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala seperti demam, muntah parah, diare, bayi menolak menyusu, menangis terus-menerus, serta tubuh tampak sangat lemas.
“Hingga penjelasan ini diterbitkan, belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia berkaitan dengan konsumsi formula bayi tersebut,” tegas BPOM.
















