“Kami masih mempertimbangkan karena biayanya luar biasa besar. Untuk sekarang, kami tetap menjalankan terapi rutin,” ujarnya.
Kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri. Suami Eni bekerja sebagai buruh muat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara itu, kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi.
Eni mengaku hingga kini keluarganya belum pernah menerima bantuan pemerintah untuk biaya pengobatan Azmi.
“Selama ini saya dan suami Alhamdulillah yang selalu mengusahakan semuanya. Alhamdulillah selalu saja ada rezeki dari Allah,” katanya.
Bagi Eni, kesedihan terbesar adalah melihat putranya menghadapi gangguan perkembangan sejak usia dini. Meski demikian, ia dan suami tetap berusaha memberikan pendampingan serta pengobatan terbaik sesuai kemampuan mereka.
“Kami ingin melihat Azmi tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lain seusianya dan bisa selalu sehat,” tuturnya.
Keluarga berharap ada pihak yang bersedia membantu meringankan biaya penanganan Azmi. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat mengirimkan donasi melalui rekening Bank Nagari nomor 71050220035200 atas nama Eni Cahya Ningtiyas. Ia dapat dihubungi pada nomor 082286205361.


















