Kabarminang – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Indonesia terus menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang berorientasi pada kualitas lulusan dan kebutuhan dunia kerja.
Berawal dari sebuah akademi, STIKes Indonesia kini berkembang dengan berbagai program studi unggulan dan menargetkan transformasi menjadi universitas dalam waktu dekat.
Sejarah dan Perjalanan Institusi
Ketua STIKes Indonesia, Budhi Mulyadi, menjelaskan bahwa STIKes Indonesia bermula dari pendirian Akademi Hiperkes dan Keselamatan Kerja berdasarkan Surat Keputusan yang terbit pada 1999.
Penerimaan mahasiswa pertama dilakukan pada tahun 2000 dengan satu program studi, yakni Diploma 3 (D3) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
“STIKes Indonesia awalnya bernama Akademi Hiperkes dan Keselamatan Kerja. SK pendiriannya terbit pada tahun 1999 dan mahasiswa pertama diterima pada tahun 2000 dengan program D3 K3,” ujarnya kepada Sumbarkita, Jumat (10/1).
Seiring perkembangan kebutuhan pendidikan kesehatan, institusi ini kemudian menggabungkan beberapa akademi lain, termasuk akademi kebidanan, dan resmi menjadi STIKes Indonesia. Pada fase tersebut, program studi yang dikelola meliputi D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, dan D3 K3.
Sebagai bagian dari peningkatan mutu dan jenjang pendidikan, STIKes Indonesia membuka Program Studi S1 K3 pada tahun lalu. Sejak saat itu, penerimaan mahasiswa baru untuk D3 K3 dihentikan dan dialihkan sepenuhnya ke jenjang sarjana.
Pada awal tahun ini, STIKes Indonesia kembali memperoleh Surat Keputusan pembukaan Program Studi S1 Informatika Medis, menambah kekuatan program sarjana yang dikelola.
“Saat ini, program studi S1 yang tersedia adalah S1 Keperawatan dan Profesi Ners, S1 K3, serta S1 Informatika Medis,” kata Budhi.
















