Namun, saat tiba di rumah, Sri tidak berada di tempat. N kemudian mengalami kesulitan ketika hendak mengganti pakaian karena tangannya semakin sakit. N menangis dan menjerit kesakitan hingga terdengar oleh tetangga. Tetangga kemudian menghubungi Sri dan memberitahukan kondisi anaknya.
Sri langsung pulang dan membawa N ke RSUD Lubuk Sikaping. Dari pemeriksaan rontgen, diketahui pergelangan tangan kiri N mengalami patah dan membutuhkan tindakan operasi.
N menjalani operasi pada Selasa (15/9/2026). Sehari kemudian, N diperbolehkan pulang dan kini masih menjalani pemulihan di rumah.
Pernah Minta Pindah Sekolah
Sri mengatakan pengalaman yang dialami N selama bersekolah membuat anaknya sempat meminta untuk pindah sekolah ketika duduk di kelas 4. Namun, permintaan tersebut tidak terlaksana. N tetap melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama hingga duduk di kelas 6.
Sri juga menyebut sejumlah teman N yang sebelumnya bersekolah bersama telah pindah sekolah. Sementara N tetap bertahan di sekolah tersebut. Bagi keluarga, kejadian pada Senin lalu menjadi puncak dari persoalan yang menurut mereka telah berlangsung cukup lama.
Setelah kejadian, pihak sekolah disebut menemui keluarga N dan menawarkan penyelesaian secara kekeluargaan.
Keluarga menerima tawaran tersebut karena menginginkan persoalan diselesaikan dengan baik. Namun, Sri mengatakan proses tersebut belum langsung berjalan karena orang tua dari anak yang disebut mendorong N belum menemui keluarga korban.
Keluarga kemudian membawa persoalan tersebut ke Polres Pasaman pada Jumat (18/9/2026).


















