Kondisi korban kemudian semakin kritis. Ia mulai berbicara tidak teratur dan mengeluhkan rasa sakit setiap kali bergerak. Wahid lalu membawa putrinya ke Rumah Sakit BMC Padang pada Kamis sore.
Namun, saat tiba di gerbang Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban dinyatakan meninggal dunia.
“Meninggal ketika di gerbang IGD, meski begitu anak saya tetap diperiksa pihak rumah sakit,” katanya.
Wahid menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak rumah sakit, ditemukan retakan pada tulang pinggang korban. Meski demikian, tidak ditemukan luka memar maupun luka lain pada tubuh anaknya.
Kasus ini masih menjadi perhatian publik. Sementara itu, Kepala SD Negeri 33 Rawang sebelumnya membantah adanya dugaan perundungan di lingkungan sekolah dan menyatakan siap memberikan keterangan apabila diminta oleh pihak kepolisian.














