Korban Sempat Lemas Saat Kegiatan
Berdasarkan keterangan saksi dalam laporan internal, korban mulai terlihat kelelahan berat saat kegiatan fisik di Pantai Sakera sekitar pukul 17.45 WIB. Korban kemudian dibopong menuju kendaraan karena tidak mampu berjalan.
Setibanya di kapal, kondisi korban semakin memburuk dengan tatapan kosong, bibir membiru, dan tidak merespons sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Visum Temukan Tanda Kekerasan
Hasil visum medis menemukan sejumlah tanda trauma tumpul pada tubuh korban, antara lain lebam luas pada punggung dan pinggang, memar pada area bokong, luka lecet pada dagu, siku, dan lutut, cairan keluar dari hidung sebelum meninggal dunia
Kesimpulan pemeriksaan menyebut kematian korban berkaitan dengan aktivitas fisik berlebihan yang disertai tindakan pemukulan selama orientasi berlangsung.
Laporan juga menyebut kegiatan tetap berjalan meski kondisi korban mulai melemah dan diketahui oleh unsur perwira di kapal.
Dimakamkan Secara Kedinasan
Jenazah Serda Ade Ardiyan Rahmadana dipulangkan ke kampung halamannya di Sicincin dan dimakamkan secara kedinasan pada Sabtu (28/2/2026). Suasana duka menyelimuti keluarga serta masyarakat setempat.
Investigasi Internal Masih Berjalan
Saat ini TNI Angkatan Laut masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah personel yang terlibat dalam kegiatan orientasi tersebut.
Pihak keluarga berharap investigasi dilakukan secara terbuka dan adil.
“Kami hanya ingin kebenaran. Kalau ini pembinaan, tidak mungkin sampai seperti ini,” ujar keluarga.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak TNI Angkatan Laut terkait perkembangan penanganan ka














