“Pertamina telah mengirim sampel dari kendaraan konsumen ke laboratorium Lemigas Kementerian ESDM sejak Sabtu lalu untuk mengetahui kandungannya,” tuturnya.
Ia menyebut, Ombudsman juga telah menyerahkan sampel fisik berendapan milik pelapor kepada Pertamina untuk turut diteliti secara mendalam di laboratorium.
“Kami meminta Pertamina tidak hanya fokus di SPBU, tetapi melacak rantai penyaluran rentang 26–27 September. Pertamina perlu meningkatkan frekuensi dan jangkauan spot check atau pemeriksaan acak saat penerimaan BBM dari mobil tangki ke SPBU,” tuturnya.
Ia menyebut, Pertamina harus tetap terbuka dan percaya diri dalam menangani kasus ini guna mencegah timbulnya krisis kepercayaan dari masyarakat.
“Pertamina saat ini masih mengkaji skema kompensasi secara internal sambil menunggu hasil resmi pengujian laboratorium,” tuturnya.
Ia menyebut, pihaknya akan terus mengawal penanganan kasus BBM berendapan ini hingga seluruh konsumen mendapatkan kepastian.
Diberitakan sebelumnya, video sejumlah orang yang mengeluhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite disebut bercampur dengan cairan yang menyerupai semen di Kota Padang, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Video tersebut diunggah akun Instagram travelkampus_2nr pada Sabtu (26/9/2026) dan telah ditonton lebih dari 104 ribu pengguna hingga pukul 10.42 WIB.

















