Kabarminang – Kontingen Hapkido Sumatera Barat menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dari 12 atlet yang diturunkan pada Kejuaraan Tingkat Nasional IX Senior-Junior dan Kejurnas Terbuka III Cadet-Junior Hapkido Indonesia 2026, Sumbar berhasil membawa pulang sembilan medali, terdiri dari dua emas, satu perak dan enam perunggu.
Hapkido merupakan seni bela diri asal Korea Selatan yang memadukan teknik pertahanan diri, kuncian, bantingan, tendangan dan teknik pertarungan lainnya. Kejuaraan tersebut berlangsung di GOR Siger, Bandar Lampung, 25-27 September 2026, dan diikuti sekitar 600 atlet dari 18 provinsi serta 26 kabupaten/kota se-Indonesia.
Kontingen Hapkido Sumbar terdiri dari 12 atlet, satu manajer, dua pelatih dan tiga official, serta didampingi dua perwakilan wali murid. Sembilan dari 12 atlet yang diturunkan berhasil menyumbangkan medali dalam kejuaraan yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.
Pelatih sekaligus Head Coach Hapkido Sumbar, Bambang Satria atau Bastra Sinaro, didampingi Asisten Pelatih Ario Kevin Sefitra, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara intensif selama tiga bulan terakhir.
“Alhamdulillah, anak-anak berjuang luar biasa. Dari 12 atlet yang kita bawa, sembilan medali berhasil kita raih. Ini hasil kerja keras latihan dan mental bertanding yang kuat,” kata Bambang Satria, dikutip Rabu (30/9/2026).
Dua medali emas menjadi bagian penting dari torehan Sumbar di kejuaraan tersebut. Medali emas pertama disumbangkan Muhammad Al Arkhan pada kelas Daeryun atau Fighting.
Sementara emas kedua diraih Atharrazka Ammar dari Pengcab Hapkido Kota Padang Panjang pada kelas Cadet Daeryun U-37 kilogram putra. Ammar memastikan gelar juara setelah mengalahkan atlet DKI Jakarta pada partai final melalui kemenangan KO Point GAP pada ronde kedua.
Sebelumnya, Ammar terlebih dahulu melewati babak semifinal dengan mengalahkan atlet asal Bekasi, Jawa Barat. Perjalanan tersebut mengantarkannya ke partai puncak dan akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Satu medali perak kemudian dipersembahkan pasangan Calysta Angel Anastasya dan Sheza Hana Humairah pada kelas Hosinsul. Keduanya turut menyumbangkan satu medali perunggu pada kelas Hyung.
Enam medali perunggu yang menjadi bagian dari sembilan medali Sumbar masing-masing disumbangkan Zahid Zain Bastra pada kelas Kibon Nak Bob, Calysta Angel Anastasya dan Sheza Hana Humairah pada kelas Hyung, Nur Zahra Galisya pada kelas Daeryun, Zafirah Bastra pada kelas Daeryun, serta Bilal Adzin Alzhafran pada kelas Daeryun.
Kekuatan kontingen Hapkido Sumbar pada kejuaraan tersebut menarik perhatian karena mayoritas atlet yang diterjunkan merupakan pelajar. Dari 12 atlet, sebanyak 10 atlet berasal dari Kota Padang Panjang, sementara masing-masing satu atlet berasal dari Pasaman Barat dan Bukittinggi.






















