Kabarminang – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali berlanjut. Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) pagi, dolar Amerika Serikat (AS) semakin mendekati level psikologis Rp18.000 setelah menembus kisaran Rp17.950 per dolar AS.
Berdasarkan data Google Finance yang diakses Rabu siang, kurs USD/IDR tercatat berada di level Rp17.957,50 per dolar AS. Angka tersebut naik sekitar 34,7 poin atau 0,19 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.922,80 per dolar AS.
Pergerakan intraday menunjukkan dolar AS sempat bergerak di bawah Rp17.900 sebelum kembali menguat dan bertahan di kisaran Rp17.940 hingga Rp17.960 per dolar AS. Kondisi ini menandakan tekanan terhadap mata uang Garuda belum mereda dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan nilai tukar dolar AS tersebut membuat jaraknya dengan level Rp18.000 semakin tipis. Bagi pelaku pasar, angka tersebut menjadi salah satu batas psikologis penting yang kerap menjadi perhatian karena mencerminkan kekuatan dolar terhadap rupiah.
Melemahnya rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor berbagai komoditas dan bahan baku yang masih bergantung pada transaksi menggunakan dolar AS. Kondisi itu juga dapat memengaruhi biaya produksi sejumlah sektor usaha apabila tekanan terhadap rupiah berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Di sisi lain, pergerakan kurs juga menjadi perhatian masyarakat yang memiliki simpanan dolar AS maupun yang berencana melakukan transaksi luar negeri. Fluktuasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pasar masih sensitif terhadap berbagai sentimen ekonomi global.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang, mulai dari perkembangan ekonomi Amerika Serikat, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga dinamika geopolitik global yang memengaruhi arus modal dan perdagangan internasional.
Meski belum menembus level Rp18.000, posisi dolar AS yang terus bertahan di atas Rp17.900 menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat. Pergerakan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi perhatian karena pasar menunggu berbagai sentimen baru yang dapat menentukan arah kurs selanjutnya.
Data kurs mengacu pada Google Finance yang diakses Rabu (24/6/2026) pagi. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.














