Kabarminang – RSUP Dr. M. Djamil Padang memberikan perhatian serius terhadap penanganan medis Afriza Yuraini (50), ibu rumah tangga yang menjadi korban pembakaran oleh anak angkatnya. Saat ini korban menjalani perawatan intensif di ruang isolasi khusus luka bakar di rumah sakit tersebut.
Direktur RSUP Dr. M. Djamil Padang, dr. Dovy Djanas, mengatakan pihaknya langsung memberikan penanganan medis sesuai standar penanganan luka bakar berat begitu korban tiba di rumah sakit rujukan tersebut.
“Pasien saat ini sedang menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Begitu pasien sampai, kami langsung memberikan perawatan sesuai tata laksana medis untuk luka bakar,” ujarnya kepada awak media, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, korban mengalami luka bakar derajat 2A dengan luas mencapai sekitar 90 persen di tubuhnya. Karena kondisi tersebut tergolong sangat berat, tim medis memutuskan menempatkan pasien di ruang isolasi khusus.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko infeksi sekaligus memudahkan tim dokter memantau perkembangan kondisi pasien secara intensif.
Dovy menjelaskan, tingkat luka bakar yang sangat luas membuat proses pemulihan korban tidak dapat dipastikan dalam waktu dekat.
“Prosesnya tidak sebentar. Mengingat luas luka bakarnya mencapai 90 persen, ini termasuk dalam kategori derajat berat. Durasi perawatan sangat bergantung pada respons tubuh dan kondisi pasien,” jelasnya.
Ia juga mengakui kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Sejumlah pihak bahkan telah berkomunikasi dengan rumah sakit untuk mengetahui perkembangan kondisi korban.
















