Aksi dilanjutkan dengan penyampaian orasi oleh sejumlah mahasiswa. Massa juga membawa satu unit mobil L300 yang digunakan sebagai panggung untuk menyampaikan aspirasi.
Dalam salah satu orasinya, mahasiswa meminta Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Sumbar Vasco menemui langsung massa aksi.
“Harap gubernur dan wakil gubernur menemui masa aksi, jika memang mereka sedang di luar lakukan vidio call biar bisa kita pastikan bahwa mereka betul-betul berada di luar,” ujar salah seorang mahasiswa saat berorasi.
Aksi tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa pada momentum Hari Tani Nasional. Mereka menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pertanian, kedaulatan pangan, lahan terdampak bencana, serta persoalan ekologis di Sumatra Barat.
Hingga berita ini ditulis, massa masih menyampaikan aspirasi bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat di lokasi aksi.




















