Salah satunya melalui kegiatan manasik yang dilaksanakan setiap Minggu, baik secara daring maupun luring.
“Manasik setiap Minggu kita lakukan, online dan offline,” ujarnya.
Selain manasik, Rangkayo juga memiliki program mabit selama dua minggu di Masjid Agung Kota Solok. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan calon jemaah sebelum keberangkatan. Menurut Susi, pelayanan perjalanan ibadah tidak cukup hanya berkaitan dengan tiket, hotel, transportasi, dan jadwal keberangkatan.
“Yang kita inginkan, jemaah berangkat dengan ilmu, adab, dan cinta,” katanya.
Dalam layanan umrah, Rangkayo juga menerapkan konsep 5 Pasti Umrah, yakni pasti izin, pasti tiket, pasti jadwal, pasti hotel, dan pasti visa. Kepastian tersebut, kata Susi, penting agar masyarakat mendapatkan kejelasan ketika memilih biro perjalanan untuk melaksanakan ibadah umrah.
Berpengalaman di Dunia Travel Sejak 2015
Susi mengatakan dirinya telah berkecimpung di dunia perjalanan haji dan umrah sejak 2015. Saat itu, ia bergabung dengan sebuah biro perjalanan haji dan umrah sebagai siar travel.
“2015 saya bergabung ke travel haji dan umrah sebagai siar travel,” ujarnya.
Pengalaman tersebut kemudian mendorong Susi bersama mitranya untuk membangun usaha travel sendiri. Rangkayo mulai dibangun pada 2021 dan kemudian berkembang menjadi PT Rangkayo Mulia Haramain dengan nama komersial Rangkayo Tours & Travel.















