Kabarminang – Sebanyak sembilan rumah di Jorong Mawar II, Nagari Lubuak Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, hingga kini belum menikmati akses jalan yang layak dan jaringan listrik. Warga setempat masih mengandalkan jalan setapak berupa tanah untuk keluar-masuk permukiman.
Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ipah Sarianis (29), seorang perantau asal daerah itu yang kini bekerja di Provinsi Papua, mengatakan kondisi jalan dan ketiadaan listrik tersebut sudah terjadi sejak ia masih kecil.
“Dari dulu jalannya memang seperti itu. Saya sekarang sudah berusia 29 tahun, tetapi kondisinya masih seperti ini,” kata Ipah kepada Sumbarkita, Kamis (22/10/2026).
Menurut Ipah, jalan menuju sembilan rumah tersebut masih berupa jalan setapak dengan permukaan tanah. Kondisi itu membuat akses warga belum memadai, sementara kebutuhan terhadap jalan yang layak dan listrik terus dirasakan masyarakat yang menetap di kawasan tersebut.
Ia mengatakan persoalan itu sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait. Saat masih tinggal di kampung halaman, Ipah bahkan berupaya menyampaikan aspirasi warga mengenai pembangunan jalan dan pemasangan jaringan listrik.
“Saya sudah pernah menyampaikan langsung kepada Bapak Bupati Eka Putra saat beliau awal menjabat dan berkunjung ke kampung kami,” ujarnya.
Ipah menjelaskan, kunjungan tersebut berlangsung di kawasan SDN 36 Lubuak Jantan dan dihadiri sejumlah pihak, mulai dari wali nagari, anggota dewan, hingga unsur pemerintah terkait. Pertemuan itu juga disaksikan masyarakat Mawar yang berharap persoalan akses jalan dan jaringan listrik segera mendapat penyelesaian.
“Waktu itu, saya fokus meminta agar listrik masuk ke kampung kami. Bapak Eka Putra menyampaikan bahwa dananya sudah ada dan urusan listrik itu ditargetkan selesai dalam satu minggu. Saat itu, beliau juga menugaskan wali nagari untuk mengurusnya,” tutur Ipah.
















