Ia melanjutkan, orang-orang yang diduga terlibat diperkirakan merupakan anak-anak yang putus sekolah. Kendati demikian, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan informasi tersebut.
“Tidak ada korban yang dilaporkan dalam kejadian itu. Meski demikian, kami akan terus menyelidiki penyebab tawuran sekaligus menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Polres Solok untuk meminta bantuan dalam menindaklanjuti kasus tersebut.
“Kita telah meminta bantuan kepada Polres Solok. Penyisiran gabungan direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Kita berharap upaya ini dapat membantu petugas mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat sekaligus mendalami kasus tawuran di daerah itu,” tuturnya.





















