Kabarminang — Seorang pria bernama Mak Arus (57), hanyut di Sungai Batang Kopu, Jorong Lubuk Koto, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Limapuluh Kota, pada Minggu (28/12) sore ditemukan meninggal dunia.
Sekretaris BPBD Limapuluh Kota, Arie Kurniawan, mengatakan jenazah korban ditemukan pada Senin (29/12) sekitar pukul 09.00.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi korban hanyut. Namun, titik pastinya belum dapat kami pastikan karena laporan lengkap dari petugas lapangan masih menunggu. Saat ini kami sedang melakukan evakuasi jenazah,” katanya kepada Sumbarkita.
Diberitakan sebelumnya, Walinagari Sialang, Rais, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui bernama Mak Arus (57), seorang petani kebun yang berdomisili di Jorong Lubuk Koto, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Limapuluh Kota.
“Sebelum kejadian korban terlihat berada di tepi Sungai Batang Kopu dalam kondisi kebingungan. Warga melihat korban berupaya menyeberangi sungai yang saat itu berarus deras,” tuturnya kepada Sumbarkita.
Rais mengatakan, sebelum korban terseret arus, korban sempat dilihat oleh Jonaldi (36), seorang petani asal Jorong Lubuk Koto. Jonaldi berusaha memanggil korban, namun jarak yang cukup jauh membuat panggilannya tidak terdengar.
“Tidak lama setelah Jonaldi memanggil korban, korban tetap memaksakan diri menyeberangi sungai. Saat hampir sampai di seberang, korban kembali berbalik arah dan mencoba menyeberang kembali. Pada saat itulah korban terbawa arus sungai,” ujarnya.
Ia mengatakan informasi dari warga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan psikologis yang terkadang kambuh. Peristiwa ini merupakan kejadian kedua yang dialami korban, setelah sebelumnya sempat dilaporkan hilang di hutan sekitar enam bulan lalu.
















