Menurut RN, ibu korban pergi ke sungai sekitar pukul 07.00 WIB untuk mencuci pakaian milik orang lain. Karena korban hanya seorang diri di rumah dan membutuhkan pengawasan, ibunya mengunci pintu dari luar.
“Ibu saya sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci pakaian orang lain untuk membiayai rumah tangganya. Suaminya, pelaku ini, tidak bekerja. Dia hanya memberi ibu saya uang Rp10 ribu atau Rp20 ribu sekali dua hari,” ujar RN, Selasa (22/9/2026).
RN mengatakan, AP yang sebelumnya tidak berada di rumah kemudian datang menggunakan sepeda motor. Karena pintu terkunci, AP disebut hendak masuk melalui jendela depan dan sempat meminjam pisau kepada seorang tetangga berinisial AW.
Hal itu membuat tetangga curiga karena AP tidak mengambil kunci rumah ke sungai tempat istrinya berada.
“Ibu membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit ke sungai tempatnya mencuci pakaian. Karena jarak sungai itu jauh dari rumah, ibu mengunci pintu rumah agar tidak ada orang yang masuk sebab di rumah hanya ada HS, adik saya,” tutur RN.
Setelah AP masuk melalui jendela, tetangga tersebut kemudian memantau dari luar. Menurut RN, tetangga mendengar percakapan AP dengan korban.
Tetangga kemudian meminta bantuan seorang perempuan lanjut usia yang memiliki warung di sekitar rumah kontrakan. Keduanya mengintip dari jendela dan melihat AP berada bersama korban.
“Saat itu mereka melihat pelaku meraba-raba tubuh adik saya. Mereka melihat celana adik saya sudah turun sampai lutut,” ucap RN.
Melihat kondisi tersebut, keduanya menggedor jendela dan meminta AP keluar. Setelah sekitar 10 menit, AP disebut keluar melalui jendela dan kemudian menuju rumah orang tuanya yang berada di seberang jalan.
Korban Mengalami Trauma
RN mengatakan, setelah kejadian tersebut warga berdatangan ke rumah kontrakan. Ia kemudian datang dari kawasan Kuamang, Ujung Gading, dan mendapati korban dalam kondisi trauma.
Menurut RN, korban mengalami keterbatasan komunikasi dan hanya dapat menggunakan bahasa isyarat secara terbatas.
“HS berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat yang terbatas. Misalnya, kalau ingin makan, dia menunjuk piring,” ucapnya.
RN kemudian mewakili ibunya membawa korban ke Polres Pasaman Barat untuk membuat laporan. Setelah laporan diterima, korban dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis.


















