“Korban luka memar di wajah. Dia kemudian pergi visum ke RSUD di Payakumbuh,” ucap Hendra.
Setelah mengetahui sopir travel melapor ke Polsek Pangkalan, kata Hendra, Alif dan rombongan Kijang LGX juga kembali ke Pangkalan untuk melapor ke polsek. Ia menyebut bahwa para pengeroyok melapor pukul 13.00 WIB.
“Kedua laporan sedang kami proses,” ujar Hendra.
Hendra menginformasikan bahwa pihaknya sudah mempertemukan kedua pihak Polsek Pangkalan pada Rabu (1/04/2026) sekitar pukul 19.00 WIB untuk dimediasi. Namun, katanya, mediasi belum mencapai kesepakatan karena keluarga sopir travel yang dikeroyok menyatakan bahwa mereka masih menunggu kepastian biaya pengobatan korban di rumah sakit.
Soal sopir travel yang dikeroyok itu, yang disebut di media sosial sebagai orang Pasaman atau Pasaman Barat, ia mengatakan bahwa berdasarkan KTP-nya, sopir travel itu orang Pekanbaru, Riau. Ia tidak tahu bahwa sopir itu apakah berasal dari Sumbar.
“Kedua pihak yang berperkara itu orang Pekanbaru,” ucapnya.
Sebelumnya, beredar video seorang pria yang dinarasikan sebagai sopir travel dikeroyok sejumlah orang di Kecamatan Pangkalan, Limapuluh Kota, pada Rabu (1/4/2026) dini hari.
View this post on Instagram















