Setelah gangguan terjadi, PLN langsung mengerahkan seluruh tim untuk melakukan asesmen terhadap gardu induk dan jaringan transmisi. Dalam waktu sekitar dua jam, sistem gardu induk dan transmisi disebut berhasil dipulihkan.
Namun proses pemulihan pembangkit membutuhkan waktu lebih panjang karena harus dilakukan bertahap demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan Sumatera.
PLN menjelaskan pembangkit hidro dan gas dapat dipulihkan lebih cepat, sekitar 5 hingga 15 jam. Sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara memerlukan waktu lebih lama karena harus melalui proses pemanasan sebelum sinkronisasi sistem dilakukan.
Sejak Jumat malam, PLN mulai menyalakan pembangkit secara bertahap. Sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, tengah hingga utara dilaporkan mulai kembali mendapatkan aliran listrik.
Meski demikian, pemulihan penuh masih terus dilakukan karena sebagian PLTU masih dalam proses sinkronisasi dengan sistem interkoneksi Sumatera.
















