Kopra dan Ubi Dibidik untuk Ekspor
Selain pisang batu, Afrizon menyebut sejumlah komoditas lain dari Mentawai berpotensi dikembangkan untuk pasar ekspor. Salah satunya kopra atau produk olahan kelapa yang saat ini sedang melalui tahapan pengujian mutu.
Ia mengatakan, sampel kopra keramba cukia telah dikirim kepada calon pembeli untuk diuji. Jika memenuhi persyaratan, permintaan dari pasar ekspor diperkirakan mencapai 300 ton per bulan.
“Sampel kopra keramba cukia baru saja dikirimkan ke buyer, dan jika lolos uji, permintaan ekspornya mencapai 300 ton per bulan,” ujar Afrizon.
Komoditas ubi, termasuk ubi ungu dan ubi jala atau Cilembu, juga dinilai memiliki peluang pasar yang menjanjikan. Menurut Afrizon, permintaan terhadap ubi asal Sumatera Barat menjangkau sejumlah daerah, termasuk Bandung dan Cimahi.
“Ubi asal Sumbar memiliki potensi besar dan sangat dicari hingga ke Bandung dan Cimahi karena lahan pertanian kita sangat mendukung,” ungkapnya.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi petani untuk mengembangkan komoditas selain pisang. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan kepastian pasar, konsistensi kualitas, dan ketersediaan pasokan.
Kembangkan Produk Turunan untuk Pasar Eropa
Upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas Mentawai juga diarahkan pada pengembangan produk turunan. Afrizon mengungkapkan, pemerintah daerah bersama kalangan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana mengembangkan sejumlah produk olahan pisang, seperti tepung pisang, pisang kipas, dan keripik pisang.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya mengandalkan penjualan buah segar, tetapi juga menghasilkan produk dengan nilai tambah yang dapat dipasarkan ke luar negeri, termasuk Eropa.
















