“Pemerintah daerah bersama akademisi dari IPB berencana mengembangkan produk turunan seperti tepung pisang untuk langsung menembus pasar Eropa,” jelas Afrizon.
Ia menambahkan, sejumlah profesor dan doktor dari IPB telah datang langsung ke Mentawai untuk meneliti kualitas pisang sekaligus mematangkan rencana pengembangan tepung pisang.
“Profesor dan doktor dari IPB bahkan telah datang langsung ke Mentawai untuk meneliti kualitas pisang dan mematangkan program tepung pisang ini,” katanya.
Menurut Afrizon, pengembangan produk olahan dapat membuka peluang baru bagi komoditas lokal untuk bersaing di pasar internasional. Selain memperluas pasar, pengolahan juga berpotensi meningkatkan nilai jual hasil pertanian masyarakat.
Konsistensi Kualitas Jadi Tantangan Ekspor
Di tengah meningkatnya peluang perdagangan luar negeri, Afrizon mengatakan bahwa meyakinkan calon pembeli menjadi salah satu tantangan utama dalam menjalankan bisnis ekspor.
Kepercayaan pembeli, menurutnya, harus dibangun melalui konsistensi kualitas produk dan kesesuaian barang yang dikirim dengan standar yang diminta pasar.
“Tantangan terbesar dalam ekspor adalah meyakinkan pembeli dengan cara menjaga kualitas barang yang konsisten,” tuturnya.
Ia menyebut permintaan ekspor komoditas dari Mentawai terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi itu membuat pihaknya semakin selektif dalam memilih calon pembeli, terutama untuk memastikan mitra dagang memiliki administrasi yang tertib dan dapat dipercaya.
“Permintaan ekspor dari tahun ke tahun terus meningkat, dan seleksi terhadap pembeli juga semakin ketat mulai dari yang tertib hingga yang bermasalah,” ujarnya.
Afrizon mengenang, pada awal merintis usaha ekspor, pengiriman pisang dari Mentawai hanya mencapai sekitar enam ton per pengiriman. Seiring berjalannya waktu dan terjaganya pasokan, kapasitas pengiriman meningkat hingga lebih dari 20 ton secara rutin, bergantung pada ketersediaan hasil panen petani.
Peningkatan tersebut menunjukkan adanya peluang bagi komoditas pertanian Mentawai untuk memperluas pasar. Namun, menurut Afrizon, penguatan pasokan dan pemangkasan rantai distribusi tetap diperlukan agar pertumbuhan ekspor turut memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani.
















