“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memangkas rantai pasok langsung dari daerah,” tuturnya.
Pengiriman Pisang Mentawai Capai Puluhan Ton
Afrizon menjelaskan, ketersediaan pisang yang siap dikirim dari Mentawai mencapai 80 hingga 120 ton per kapal dalam kurun waktu satu minggu. Sebagian pasokan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, sedangkan sebagian lainnya dikirim ke Malaysia.
“Dalam seminggu, ketersediaan pisang dari Mentawai yang siap dikirim berkisar antara 80 hingga 120 ton per kapal, nantinya ada yang disalurkan di pasar lokal dan sekitar 30 hingga 40 ton dikirim ke Malaysia,” kata Afrizon.
Meski memiliki pasokan dalam jumlah besar, harga jual pisang di tingkat petani masih bervariasi, bergantung pada kualitas dan lokasi penimbangan. Afrizon menyebut harga yang diterima petani berkisar Rp2.700 hingga Rp2.800 per kilogram.
“Harga di tingkat petani bervariasi per kilogramnya, berkisar antara Rp2.700 hingga Rp2.800 per kilogram, sampai di Padang biasanya kita beli Rp4.300, selisihnya sekitar Rp600 dan ini tentu merugikan petani,” terangnya.
Persoalan tersebut, menurut Afrizon, telah diketahui Bupati Kepulauan Mentawai. Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu membangun pola perdagangan yang lebih efisien melalui koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Persoalan rantai pasok yang panjang ini telah diketahui oleh Bupati Mentawai, dan kami berharap beliau membantu memotong rantai distribusi melalui BUMDes,” ucapnya.
Afrizon menilai, keterlibatan kelembagaan ekonomi di tingkat desa dapat membuka peluang bagi petani untuk menjual hasil panen dengan jalur distribusi yang lebih pendek. Dengan demikian, pasokan bagi eksportir juga dapat terjaga secara berkelanjutan.
















