Kabarminang – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tidak boleh menolak pasien peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang mendadak nonaktif.
Menurutnya, status PBI-JK yang dinonaktifkan masih bisa direaktivasi dengan cepat, terutama untuk pasien yang membutuhkan layanan medis yang tidak bisa ditunda, seperti cuci darah.
“Saya sudah berkoordinasi bersama Menkes dan Dirut BPJS dan sudah ada solusi. Prinsipnya, rumah sakit tidak boleh menolak pasien cuci darah, karena ini tidak bisa ditunda,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dia menegaskan, pasien tetap harus dilayani, apalagi jika berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan segera.
“Soal PBI yang nonaktif ada mekanisme reaktivasi cepat. Khusus pasien cuci darah, PBI-nya masih akan aktif 1 bulan ke depan untuk memberi kesempatan melakukan reaktivasi PBI bagi mereka yang tidak mampu, dan berpindah ke segmen mandiri bagi mereka yang mampu,” tegasnya.
Penonaktifan karena Pemutakhiran Data
Dia menjelaskan, penonaktifan status PBI-JK terjadi karena adanya pemutakhiran data penerima bantuan. Sejumlah peserta yang dinonaktifkan dialihkan kepesertaannya kepada warga yang dinilai lebih membutuhkan.
Namun, jika peserta yang dinonaktifkan ternyata masih memenuhi syarat yakni termasuk dalam Desil 1 sampai Desil 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) maka status PBI-JK mereka dapat diaktifkan kembali melalui mekanisme reaktivasi.
“Kalau dia memang dari keluarga yang berada di Desil 1 sampai Desil 4 atau keluarga yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai keluarga yang memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan, akan kita bantu prosesnya,” jelasnya.
Proses reaktivasi PBI-JK tersebut dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Sosial.
Kemensos: RS Wajib Layani Semua Pasien
Kementerian Sosial disebut terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, serta pemerintah daerah untuk memastikan proses reaktivasi berjalan cepat. Gus Ipul juga menegaskan, rumah sakit harus tetap memberikan layanan kepada seluruh pasien.
















