Sementara itu, Porprov Sumbar XVI tahun 2026 dipastikan akan digelar dengan format berbeda dibanding sebelumnya. Sebanyak 54 cabang olahraga akan dipertandingkan di 12 kabupaten dan kota sebagai tuan rumah bersama (joint host).
Septri menyebut kebijakan tersebut diambil akibat keterbatasan anggaran, di mana Porprov 2026 hanya mendapatkan alokasi Rp12 miliar dari APBD. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan Porprov 2018 yang mencapai sekitar Rp46 miliar.
“Kami harus realistis dengan kondisi keuangan. Format joint host ini menjadi solusi sekaligus sejarah baru dengan keterlibatan 12 daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tersebut diatasi dengan memaksimalkan fasilitas pemerintah daerah serta menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk dukungan sponsor. KONI Sumbar juga telah melakukan rasionalisasi anggaran bersama pengurus provinsi cabang olahraga.
Porprov Sumbar 2026 sendiri sempat vakum selama delapan tahun sejak terakhir digelar di Kabupaten Padang Pariaman pada 2018. Vakumnya ajang ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pandemi Covid-19 hingga keterbatasan pendanaan daerah.
Septri berharap pelaksanaan Porprov tahun ini dapat menjadi momentum kebangkitan olahraga Sumatra Barat serta meningkatkan prestasi atlet di tingkat nasional.
















